Postingan

UNTUK KALIAN, GENERASI Z, YANG SUKA BELAJAR ONLINE

Untuk kalian yang merasa bagian dari generasi Z  alias yang lahir antara tahun 1996-sekarang, alias kaum milineal, alias lagi Kids zaman now, pernahkah terbersit di benak kalian bagaimana orang-orang terdahulu belajar? Orang-orang yang hidup ketika belum ditemukan komputer, telepon, apalagi Mbah Google? Ekstrimnya, pernahkah kalian membayangkan, belajar hanya ditemani sebatang lilin, karena bahkan listrik pun masih langka? Kok bisa ya, orang-orang zaman itu bertahan dan hebatnya lagi, hampir semua ilmu pengetahuan yang kita pelajari di sekolah saat ini adalah hasil karya pikir orang-orang yang belum mengenal internet apalagi Mbah Google.
Okey, bacaan di atas hanya untuk pemanasan. Jadi, melalui artikel ini, saya mencoba mengajak kalian sebagai Kids Zaman Now untuk mensyukuri betapa mudahnya kalian mendapatkan ilmu pengetahuan. Salah satu buktinya adalah fakta bahwa saat ini sudah amat banyak vidio pembelajaran di internet. Nah, kalo kalian sering belajar online via vidio-vido tersebut,…

Medan-Bandung Jalur Darat

Merah Saga

Gambar
Saat langit berwarna merah saga
Sayup, ada nada kenangan tiba-tiba mengecup keningnya
bersamaan dengan lompatan impuls listrik miliVolt yang menembus sel-sel syaraf usang. Berkas cahanya diam, tidak menunggu namun ditunggu.

dan kerikil perkasa berlarian
anak-anak kecil berlari, bermain pura-pura mati sambil senyum manis ditandu kawan. Mimpinya adalah hidup yang dibungkus tanah. Bersanding dengan burung dan kelinci putih di halaman penuh bunga liar. melambaikan tangan ia pada Ibu yang ikhlas merelakan kepergian.

menyusul laksana puluhan peluru, terbang bersama teriakan takbir
Memahami apa yang tidak bisa dibayangkan adalah kesiaan. tapi baginya semua sudah jelas sebelum dijelaskan. Akan ada suatu masa yang Ia tunggu akan datang. Entah dalam senyum atau tangis kegetiran. Kepercayaan sama seperti cinta. Harus selalu di tengok dan ditanyakan kabarnya? apakan ia masih di tempat yang sama dengan kesepakatan?

Semua menjadi saksi,
kesaksian…
akhir yang selalu diharapkan. Kesaksian ak…

Hai Ruh! Episode 1: Kejujuran

Hai ruh! ….ini kali kedua aku mencoba berkomunikasi denganmu. Dengan pemilik jiwa yang tak tau siapa namanya?  Menyuarakan gelisah yang nantinya kau boleh sebut ini “alay”. Kita mungkin tidak pernah bertemu, atau saling tidak tahu? Atau sudah menduga-duga, karena mungkin selama ini kita sudah pernah bertemu? Wallahualam..

kali ini, sebelum apapun…ada hal yang ingin aku bahas: kejujuran. Ada yang mengganjal, yang membuat kita bertanya-tanya…Sudahkah kita jujur? Jujur pada apa/siapa yang sesungguhnya kita inginkan. Jujur pada apa/siapa yang tidak kita inginkan. Jujur pada masing-masing tentang siapa kita sebenarnya.Jujur pada sesuatu yang nantinya akan menjadi bagian dari kita selamanya, sudahkah? ia yang akan membersamai kita adalah diri kita sendiri. sebelum kamu, sebelum siapapun…orang pertama yang menuntut kejujuran kita adalah kita sendiri.

Jujur pada diri sendiri adalah hal yang membingungkan. Membedakan  kejujuran, mana yang berlandaskan nafsu atau berlandaskan iman?…

27 things to do before you settle down

Gambar
1. Travel with my BFF  2. Learn to cook 3. Be financially independent 4. Face one of your biggest fears (Fall in love) 5. Live alone (mungkin ketika S2 di Australia?) 6. Accomplish a goal (dapet LPDP/ menerbitkan buku pembahasan soal) 7. Find your drink of Choice (gak ngerti apa maksudnya? heuheu :P) 8. Make the first move (email pemimpin2 negara, kemudian minta foto plus tanda tangannya?) 9. Challenge your self (on progress) 10. Take a road trip (jaman kuliah lapangan termasuk gak ya?) 11. Try a nice restaurant by yourself  12. Live somewhere else (Medan, Cibinong) 13. Learn to drive manual (nyupir mobil?) 14. Find a new show and watch it all in one weekend (semacam drama/ reality show korea kah?) 15. Get fit (on progress)

Reportase SPI ke-2

Bismillahirrahmaanirrahiim… Tugas reportase Sekolah Pemikiran Islam Natsir #2 Bandung
Kuliah SPI Natsir Bandung : Media Massa, Pendidikan, dan Sosial Budaya , 3 Modus Perang Pemikiran Kontemporer
Bandung, Kamis 17 Desember 2015 lalu, kuliah kedua Sekolah Pemikiran Islam Natsir (SPI) Bandung #2 dilaksanakan. Sebanyak 60 orang siswa yang mayoritas mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung tersebut mengikuti kelas dengan tema “Ghazwl fikr”. Kuliah dilaksanakan di Ruang Seminar Besar Pusdai Bandung dengan pembicara  Akmal Sjafril, salah satu founder Sekolah Pemikiran Islam Natsir. Menurut Abu Afnan, panggilan akrab Akmal Sjafril, saat ini umat Islam sedang dihadapkan pada perang pemikiran (Ghazwl fikr). Menurutnya, perang pemikiran memang tanpa kekerasan, namun memiliki “peluru” ilmu yang efeknya bisa lebih berbahaya dibanding perang menggunakan senjata. Dalam kuliah tersebut, Abu Afnan juga menyampaikan bahwa terdapat “3 Modus Perang Pemikiran (Ghazwl fikr) Kontemporer”. Ketiga modus ya…

Reportase SPI ke-1

Bismillahirrahmaanirrahiim Pertemuan Perdana Sekolah Pemikiran Islam Natsir Bandung :  Aktivis yang Terampil Menulis
Kamis, 10 Desember 2015 lalu akan menjadi sejarah baru bagi para pemuda aktivis Sekolah Pemikiran Islam Natsir (SPI)  Bandung.  Pasalnya, pada malam hari sekitar pukul 18.30 WIB, Sekolah Pemikiran Islam Bandung angkatan ke-2 resmi dibuka. Acara tersebut sekaligus mengawali pertemuan perdana perkuliahan. Kegiatan yang berlokasi di Ruang Seminar Besar PUSDAI Jabar tersebut dihadiri oleh sekitar 50-an pemuda yang telah terseleksi untuk mengikuti jalannya perkuliahan SPI. SPI Natsir Bandung akan dilaksanakan dalam bentuk perkuliahan setiap Kamis tiap minggunya sampai dengan Maret 2016 mendatang.
Kegiatan SPI ini didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jabar. Menurut Kepala BAZNAS Prov. Jabar, H.Arif Ramdhani MH, kegiatan SPI memiliki tujuan yang sama dengan salah satu program BAZNAS, yaitu mencetak dai berkualitas yang siap tempur di dunia modern dewasa ini. …